Monday, August 3, 2015

Strategi Bisnis Masyarakat Ekonomi ASEAN

Strategi Bisnis Masyarakat Ekonomi ASEANPinjaman Medan - Sebentar lagi kita akan menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Tantangan semakin besar, Anda harus bersaing dengan masyarakat ASEAN dalam berbisnis. UMKM seharusnya jelas bisa menyiasati hal tersebut dan memanfaatkan setiap peluang yang bisa diraih. Mempersiapkan para pebisnis lokal agar bisa bersaing di pasar global.

Masyarakat Ekonomi ASEAN yang akan mulai berlaku akhir 2015 menuntut daya saing yang kuat dari negara-negara di kawasan tersebut. Indonesia, melalui Kementerian Perindustrian mengusung dua strategi yaitu ofensif dan defensif untuk memenangi persaingan.

Strategi ofensif dilakukan dengan membangun pusat pendidikan dan pelatihan industri. Implementasi yang dilakukan berhubungan dengan penguatan sektor Industri Kecil Menengah (IKM) antara lain pemberian insentif bagi IKM melalui program restrukturisasi mesin dan peralatan.

‘Selain itu, kita juga fokus pada pertumbuhan wirausaha industri melalui pelatihan wirausaha baru dan bantuan start up capital.’, dikutip dari pernyataan Menteri Perindustrian Saleh Husin pada Rapat Koordinasi Nasional Bidang Kewirausahaan Ikatan Pelajar Muhammadiyah dan Seminar Nasional dalam rangka menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) dengan tema Spirit Wirausaha Menuju Pelajar Berjaya di Jakarta, Sabtu 4 Juli 2015.

Untuk strategi defensif, berkonsentrasi pada penyusunan Standar Nasional Indonesia untuk produk-produk manufaktur. Saat ini sudah tersusun 50 Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) sektor industri serta 25 Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) dan Tempat Uji Kompetensi (TUK). Secara progresif sedang diusahakan penambahan 15 SKKNI dan 10 LSP sektor industri setiap tahunnya, diutamakan bidang industri prioritas.

Jika Anda sebagai industri kecil atau UMKM, jangan khawatir, karena pemerintah tidak akan tinggal diam menghadapi UMKM untuk para pelaku UMKM. Menteri Perindustrian menekankan pengembangan industri kecil dan menengah (IKM) termasuk dalam program ofensif tersebut. Antara lain dilakukan dengan memberi fasilitas akses permodalan bagi IKM melalui Kredit Usaha Rakyat, Program Kemitraan Bina Lingkungan (PKBL), Modal Ventura dan Corporate Service of Responsibility (CSR).

Menurut data BPS, hingga tahun 2013, jumlah unit usaha IKM mencapai 3.4 juta unit dan menyerap 9.7 juta orang tenaga kerja. Angka itu akan ditingkatkan lagi melalui percepatan pertumbuhan wirausaha.

Program itu menyasar pertumbuhan wirausaha industri di daerah tertinggal dan daerah potensial, program beasiswa pertumbuhan wirausaha industri yang bekerja sama dengan lembaga pendidikan dan lembaga keagamaan.

Kementerian Perindustrian juga menegaskan optimismenya terkait kinerja industri tahun ini. Merujuk pada pertumbuhan industri non migas pada triwulan I tahun 2015 sebesar 5.21% yang lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi tahun 2015 yaitu sebesar 4.71%.

Sementara, ekspor produk industri hingga Februari tahun2015 sebesar USD 17.57 miliar yang memberi kontribusi sebesar 69.16% dari total ekspor nasional yang sebesar USD 25.41 miliar. Di lain pihak, impor produk industri sampai dengan Februari tahun 2015 sebesar USD 18.65 miliar turun sebesar 7.13% dibandingkan periode yang sama tahun 2014 sebesar USD 20.08 miliar.

Total investasi yang masuk pada triwulan I pada tahun 2015 mencapai US$ 20.32 juta. Angka realisasi tersebut menurut data BKPM merupakan tertinggi sejak lima tahun terakhir.

Berikut tips yang bisa dilakukan sesuai dengan strategi yang akan dijalankan:

1. Penggunaan brand lokal

Dalam strategi ini wajib pandai memanfaatkan keunikan lokal, maksudnya adalah memahami target pasar dan konsumen lokal, penggunaan bahan lokal, pemanfaatan tradisi dan kearifan lokal.

2. Kreativitas atau inovasi lokal

Menciptakan pasar baru yang persaingannya masih sedikit. Strategi ini disebut juga dengan creative master. Entrepreneur yang memakai strategi ini benar-benar orang yang sangat kreatif. Menginovasi sesuatu sehingga dapat menghindari persaingan atau meminimalisir persaingan yang ketat di pasar global.

3. Meningkatkan kualitas guna mengalahkan brand besar yang serupa dalam bisnis yang sama

Strategi ini mengandalkan kualitas produk dan layanan melalui perbaikan secara continuous. Para pebisnis secara umum membutuhkan waktu yang lama untuk membangun brand sampai akhirnya berada di puncak kesuksesan.

4. Membangun dari berbagai sektor

Pebisnis yang sesuai untuk menerapkan strategi ini adalah para UKM yang tergabung dalam UMKM sehingga dapat dihimpun dan disatukan menjadi satu kesatuan dalam kemitraan yang akan memiliki dampak luar biasa dalam menghadapi pasar global.

5. Mengukir prestasi

Pebisnis seperti ini sangat istimewa sebab mereka lebih fokus untuk menembus pasar gobal terutama pasar di ASEAN.


EmoticonEmoticon